Selasa, 22 Mei 2012

Standard Instalasi Jaringan Part 1

I. Standarisasi Ruang dan Sarana Pendukung Perangkat Komunikasi

Dalam persiapan jaringan telekomunikasi dibutuhkan sarana penunjang yang
cukup untuk menjaga performansi jaringan tersebut. Dan sarana penunjang
yang baik serta mempunyai standar yang cukup baik akan meningkatkan dan
mempertahankan kestabilan performansi dari jaringan tersebut. Sehingga sangat
perlu untuk membuat standar suatu sarana penunjang jaringan telekomunikasi
tersebut.
Dalam lingkup standarisasi ini, banyak hal yang perlu diperhatikan baik di
lokasi pelanggan maupun di lokasi Landing Point atau Ruang Data Center antara
lain :
1. Standarisasi Ruangan Telekomunikasi untuk di Landing Point
2. Standarisasi Pendingin Ruangan
3. Standarisasi Power System
4. Standarisasi Grounding

1. Standarisasi Ruangan Telekomunikasi
Dalam pembangunan suatu ruangan telekomunikasi untuk landing point dan
menyelaraskan profesionalisme dengan pendekatan percepatan RFS serta
kerapihan instalasi, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu antara
lain :
a. Tata Ruang dan Desain
Dalam tata ruangan atau desain suatu landing point yang harus ditekankan
adalah kemudahan setiap orang yang berada di dalam untuk melakukan
aktivitas instalasi maupun pemeliharan jaringan telekomunikasi yang
terhubung ke ruangan tersebut sehingga tidak mengganggu jaringan yang
sedang beroperasi serta terlihat rapi oleh orang lain.
Tata letak perangkat sebaiknya sudah diatur dan didesain sebelumnya
sehingga memudahkan dalam pencarian dan mapping perangkat yang akan
diinstal.
Perlu disiapkan di lokasi mapping penempatan perangkat serta jalur kabel
yang akan masuk maupun digelar di dalam ruangan tersebut. Diharapkan
desain ruangan ini sudah mengakomodasi semua kebutuhan perangkat yang 
akan dipasang di dalamnya. Dan siapapun yang akan menginstalasi
perangkat sudah mengerti akan rencana dan alokasinya, tidak sembarangan
atau langsung instal sehingga tidak terdata . Berikut contoh desain ruangan
landing point yang telah distandarisasi dan telah diimplementasikan di
beberapa provider jaringan telekomunikasi. Diharapkan tidak ada yang
memasang perangkat sebelum jelas penempatannnya dan alokasinya.
Tampak atas

Tampak samping

Dianjurkan untuk ruang perangkat menggunakan raised-floor, selain menjaga
perangkat akibat rembesan air atau banjir, memudahkan instalasi kabel,
mempercantik ruangan dan akan membantu dalam sirkulasi udara ke setiap
perangkat (tidak berlaku untuk moving shelter).

Contoh Tata letak Perangkat dengan ruang yang lebih besar.

Yang perlu diperhatikan dalam design dan tata ruang adalah :
a. Pengelompokan dari type perangkat
b. Pegelompokan berdasarkan dimensi
c. Pengelompokan berdasarkan fungsi
d. Pemgelompokan berdasarkan Jenis
e. Desain tata letak perangkat dibuat untuk ruang kerja orang
f. Pemisahan kerja fisik dan aplikasi, pengetesan dll
g. Pemisahan sumber power kerja kasar yang tidak menganggu perangkat
yang sudah ada

Kesemuanya dipetakan dan didesain sesuai dengan kebutuhan. Kelompok
dan zone dapat diberi tanda atau marking khusus yang memudahkan
pencarian perangkat. Pelabelan setiap jalur atau zona dibuat dalam kertas
kerja berupa denah lokasi dengan informasi yang jelas.

b. Accesibilitas Ruangan
Untuk standarisasi ruangan yang akan dibuat harus diperhatikan juga
mengenai aksesibilitas terhadap ruangan tersebut karena jika ruangan
tersebut tidak mempunyai aksesibilitas yang mudah atau fleksibel maka akan
mempersulit bagi pihak user ruangan untuk melakukan instalasi maupun
pemeliharan terhadap jaringan telekomunikasi. Untuk itu perlu dilakukan
beberapa ketentuan antara lain :
1. Ruangan dapat diakses selama 24 jam dalam 1 hari dan 7 hari seminggu
2. Tidak memerlukan suatu birokrasi yang menyulitkan dan menghabiskan
waktu lebih dari 15 menit
3. Tidak ada keterbatasan waktu bagi setiap pelaksana instalasi atau
pemeliharan di dalam ruangan tersebut
4. Kejelasan prosedur sehingga memudahkan team dalam mengakses (team
harus jelas dengan hal-hal yang di perlukan dalam mengakses).

c. Keamanan Ruangan
Security atau keamanan ruangan sangat diperlukan karena besarnya investasi
ruangan serta mahalnya jaringan pelanggan yang telah dibangun. Untuk itu
setiap ruangan landing point harus memiliki security yang cukup handal
dengan ketentuan antara lain :
1. Ruangan dilindungi dengan sistem pengawasan 24 jam dalam 1 hari dan 7
hari seminggu
2. Ruangan mempunyai kunci yang cukup aman dan tidak mudah untuk di
rusak. Ruangan mempunyai CCTV yang di kontrol selama 24 jam.
3. Ruangan memiliki LOG BOOK yang harus diisi setiap ada kegiatan
didalamnya.
4. Kunci ruangan disimpan oleh 1 orang atau ada 1 bagian yang
bertanggung jawab terhadap ruangan landing point
5. Tidak diperbolehkan adanya duplikasi kunci ruangan
6. Adanya LOG BOOK peminjaman kunci setiap akan melakukan akses ke
dalam dan harus dikembalikan setelah meninggalkan ruangan.

d. Status Ruangan
Ruangan landing point yang akan dibangun harus memiliki status yang jelas
karena tanpa status jelas maka akan sulit untuk membuat standarisasi
ruangan untuk landing point. Beberapa ketentuan dalam status untuk
ruangan landing point yaitu :
• Dalam penentuan Lokasi Ruang Landing Point harus berlokasi pada
tempat yang independent atau tidak mempunyai ketergantungan
terhadap pihak lain yang akan mempersulit dikemudian hari
• Status lokasi Landing Point harus tertera dalam proses legal yang jelas
sehingga tidak terjadi sengketa maupun perselisihan dengan pihak lain
yang bisa merugikan dikemudian hari

e. Tipe dan Material bangunan
Dalam perencanaan pembuatan landing point, tipe bangunan serta material
bangunan sangat menentukan untuk kehandalan perangkat yang ada di
dalamnya.
Tipe dan Material banguan untuk landing point dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
- Permanent, tipe bangunan yang permanen di peruntukan untuk lokasilokasi
yang fix atau tetap sedangkan material yang digunakan adalah batu
bata dan semen. Bangunan yang dibuat harus terhindar dari banjir dan
tidak bocor. Serta harus disiapkan jalur atau point-point yang akan
dibangun untuk kebutuhan perangkat seperti lubang untuk Exhaust Fan,
AC, Entry Port, Power Source, Grounding BAR, Light Environment dan
kebutuhan jalur lain jika diperlukan.
- Mobile (Moveable), tipe bangunan yang mobile atau moveable
diperuntukan untuk lokasi-lokasi yang tidak tetap atau lokasi yang sudah
tidak memungkinkan dibangun bangunan permanen. Sedangkan material 
yang digunakan adalah Alumunium atau Fiberglass yang kedap atau
padat. Bangunan yang dibuat harus terhindar dari banjir dan tidak bocor.
Serta harus disiapkan jalur atau point-point yang akan dibangun untuk
kebutuhan perangkat seperti lubang untuk Exhaust Fan, AC, Entry Port,
Power Source, Grounding BAR, Light Environment dan kebutuhan jalur
lain jika diperlukan. Dan setiap proses pembanguan ruangan oleh vendor
harus selalu didampingi oleh pihak Indosat dengan membawa contoh
gambar yang telah disepakati sebelumnya dalam proses pengadaan.

f. Ukuran Ruangan
Ukuran Ruangan sebenarnya tidak berlaku tetap atau kaku jika memang
lokasi yang tersedia tidak memungkinkan untuk dibangun dengan ukuran
yang standar. Sedangkan ukuran standar untuk Landing Point yang akan
dibangun minimal adalah 2.5 meter tinggi dan 3 meter lebar serta 3 meter
panjang karena dengan ukuran tersebut memungkinkan untuk
pengembangan perangkat tambahan.
g. Sarana penunjang yang harus ada di ruangan perangkat standar yang harus
dipasang pada saat pembangunan ruangan Landing Point adalah :
- Air Conditioner (Redundant Operation bekerja auto sesuai kondisi ruang)
- Tray Kabel Power (lebar 15 Cm)
- Tray Kabel Telekomunikasi (terpisah dengan kabel power)
- UPS / Inverter (Minimal backup 12 jam)
- Cable Termination Punch ( 1 Unit Fix)
- LOG BOOK (1 buah) (Lebar 20 Cm)
- Tray Kabel Fiber Optic (Lebar 15 Cm)
- Servant Alarm (Connection via Network dan termonitoring )
- Lampu Emergency (1 Unit)
- DR Lamp (1 Unit), untuk ruangan di luar atau moveable
- Lampu Penerangan (Minimal 2)
- Camera CCTV (jika Unit memungkinkan)
- Thermometer Automatic (terhubung ke Air Conditioner)
- Standing Tray kabel Cooper
- Exhaust Fan (1 Unit)
- Rack 19” 1.8 Meter
- APAR (1 Unit)
- Panel DC dan AC
- Tangga 1 Meter (1 Unit)

2. Standarisasi Pendingin Ruangan
Standarisasi pendingin ruangan dibutuhkan untuk memenuhi standar suhu
ruang yang cukup bagi perangkat atau peralatan telekomunikasi dengan
spesifikasi tertentu. Standarisasi suatu suhu ruang perlu dibuatkan pada setiap
lokasi instalasi yaitu pada :
• Lokasi Pelanggan, untuk lokasi pelanggan standarisasi suhu tetap perlu
dibuatkan standarisasi terutama beberapa perangkat yang sangat rentan
terhadap suhu, sehingga performansi perangkat bisa terjaga. Suhu minimal di
lokasi pelanggan adalah 18º - 20º Celcius
• Lokasi Landing Point, untuk lokasi Landing Point standarisasi pendingin
ruangan mutlak diperlukan karena banyaknya perangkat yang akan
terpasang didalamnya serta dengan tipe sensitifitas terhadap suhu yang
berbeda-beda. Minimal suhu yang harus dijaga pada setiap ruangan Landing
Point adalah 18º - 20º Celcius dengan sistem pendingin Air Conditioner yang
Redundant atau Back Up dan Automatic Adjusted terhadap temperature yang
melebihi standard.

Yang harus diperhatian pula dalam mendesain AC adalah :
1. Tata Letak aliran udara atau sistem pendingin ruangan baik di shelter
ataupun di Data Center
2. Humudity Ruang, selalu dimonitoring setiap bulan karena jika humidity
lembab akan mengakibatkan embun disetiap perangkat yang akan
mengakibatkan kerusakan
3. Perhitungan kapasitas maksimal AC dengan melihat dari maksimal
penempatan perangkat dan personil yang bekerja

 

3. Standarisasi Power System
Dalam membangun jaringan power harus memperhatikan hal hal sebagai
berikut :
- Kebutuhan total daya perangkat yang akan dipasang
- Perhitungan spare untuk pengembangan
- Banyaknya perangkat yang menggunakan power
- Source power yang digunakan
- Pembagian atau distribusi power
- Wiring Diagram

Untuk membangun Power System peralatan telekomunikasi diperlukan
beberapa peralatan standar yaitu :
• Close Rack 19” untuk penempatan peralatan Power dan Terminasi Panel
(AC/DC)
• Panel Rack Mount (AC / DC) dengan MCB dan Sistem Listrik AC 3 phase
• UPS min 1 Kva dan batere untuk kebutuhan min 6 jam
• Rectifier dengan sistem Back Up
• Tray Cable Power di dalam rak dan yang ke rak perangkat
• Kabel Power AC dan DC
Untuk penghantar listrik yang biasa menggunakan media kabel perlu
memperhatikan warna penghantarnya
• Hitam / coklat / merah , untuk phasa yang bertegangan (positif )
• Biru, untuk phasa netral (nol)
• Warna lain, untuk grounding

Power System terbagi menjadi 2 yaitu power AC dan DC.
A. Power System Alternating Current (AC)
Power System Alternating Current (AC) banyak sekali digunakan untuk
mencatu perangkat sehingga sangat diperlukan adanya standarisasi untuk
pembangunan Power AC. Selain kita harus memperhatikan hal-hal diatas juga
ada proses-proses pekerjaan pembangunan yang harus dilakukan antara lain:
1. Cek atau pastikan kabel Power Source yang ada, interference nya
mengandung atau tidak tegangan antara phasa dengan nol dan phasa
dengan netral
2. Pemasangan rak 19” untuk penempatan UPS dan terminasi untuk
distribusi Power.
3. Pemasangan UPS, Panel Distribusi dan Batere yang terhubung ke UPS
 
pada saat pemasangan panel baik DC atau AC arah On dan Off harus
seragam / sama jangan sampai berbeda-beda. Serta semua MCB yang di
pasang harus sesuai nilai besarannya dengan daya yang digunakan
dengan spesifikasi atau ketentuan seperti di bawah ini :
BESARAN SEKRING ≥ BEBAN MAX
BESARAN KAWAT ≥ SEKRING
• BESARAN SEKRING ≥ BEBAN MAX
• BESARAN KAWAT ≥ SEKRING
• KEMAMPUAN SAKLAR ≥ SEKRING

Dalam instalasi perlu dicek lebih detail perihal pembatas arus ini, maksimal
beban yang dihandle adalah 75% dari besaran yang terpasang. Beberapa hal
perlu perhatian adalah :
1. Instalasi kabel harus dengan mengunakan kabel skun
2. Instalasi kabel tidak bertumpuk melebihi kapasitas baut
3. Seluruh instalasi harus kencang dan kuat, jika tidak, dapat mengakibatkan
Fong
4. Setiap MCB mempunyai Label
5. Setiap Panel AC dan DC harus terpasang Arrester
6. Pengaturan beban setiap Phase agar tidak timpang diantara ke 3 nya
7. Seluruh data dan konfigurasi berada pada panel
8. Seluruh Instalasi panel terlindungi oleh cover (besi / Acrilic) agar tidak
tersentuh orang
9. Instalasi harus dibuatkan jalur, baik untuk instalasi luar maupun instalasi
dalam
10.Setiap tekukan kabel tidak boleh patah harus melengkung
11.MCB terpasang atau dibuatkksan tempatkan / trail khusus
12.Pewarnaan diwajibkan berbeda untuk setiap phasenya, dari kabel, skun,
label maupun covernya.
13.Untuk memudahkan instalasi sebaiknya untuk diberikan jalur kabel
dengan melihat keindahan instalasi

Penempatan stop kontak pada rack harus berlabel dan diatur
pembebanannya, dengan dibedakan warna atau pemberian tanda setiap
phasanya, tidak diperkenankan untuk membuat extender baru dan tergeletak
pada lantai.
Sistem pada panel sebaiknya di test secara berkala, baik secara otomatis dan
secara manual, kemudian prediksi dan ditentukan atau diperhatikan suku
cadang atau sistem yang dianggap sudah mulai tidak bekerja dengan baik /
tidak normal untuk segera dipertimbangkan dalam perbaikan / pergantiannya.
Seluruh Indikator pada panel dicek dengan baik dan segera ganti jika indikator
sudah off / rusak.

B. Power System Direct Current (DC)
Power System Direct Current (DC) banyak digunakan untuk perangkatperangkat
dengan kebutuhan daya kecil. Namun karena banyak perangkatperangkat
telekomunikasi terutama untuk jaringan konsentrasi menggunakan
power DC maka dipandang perlu untuk membuat standarisasi. Untuk proses
pembangunan jaringan power DC harus memperhatikan hal-hal yang sudah
disebutkan diatas. Karena kebanyakan source power yang di berikan atau di
supply adalah AC maka kita harus menyiapkan rectifier untuk merubah
tegangan AC menjadi DC. Sehingga ada beberapa kegiatan yang harus
dikerjakan untuk memenuhi standarisasi pembangunan power DC antara
lain :
- Pemasangan Rectifier di dalam Rack
- Pemasangan kabel source power rectifier
- Pemasangan kabel output dari rectifier
 
Pemasangan terminasi Power dari Source ke UPS jangan lupa perhatikan
mana kabel Phasa, Nol, dan Grounding (dimana Phasa berwarna Hitam / Coklat /
Merah, Nol berwarna Biru, Ground / Arde berwarna selain warna Phasa dan Nol).
Dengan pembagian beban dan pembatas arus untuk setiap panel akan sangat
memudahkan dalam trouble shouting.
Data selalu ter-update dengan rutin checklist baik beban data perangkat dan
tercatat di sheet yang tersedia dan terpasang di masing-masing rack.
Dalam sheet checklist tersebut tercatat banyak keterangan yang
memudahkan personil teknisi dalam investigasi dan analisa permasalah yang
terkait dengan perangkat yang ada, misalkan data perangkat terpasang, masalah
gangguan, pergantian, perubahan setting dll.
Pemasangan wiring dari Source ke UPS, UPS ke Panel distribusi untuk
ke perangkat dan rectifier.
Untuk pemasangan Battery bank dengan jumlah banyak sebaiknya dengan
ruangan terpisah terutama Battery yang bersifat cair dengan diatur sesuai
besaran dan jarak yang sesuai dengan tersusun rapi, tak ada tumpukan material
di atas battery, Untuk Battery kering dapat diinstalasi dalam 1 rack packet dengan 
besaran kabel disesuaikan dengan maksimal beban yang didesain, tidak dengan 
melihat beban yang terpasang.Dan harus selalu dicek perihal beban,
charge system, tegangan, arus dan system auto charge.

Pemasangan Saklar
Pemasangan sekring harus (hanya boleh) dipasang pada kawat/phasa yang
mempunyai tegangan (positif). 
Pemasangan saklar harus memperhatikan :
• Saklar harus dipasang pada phasa/kawat positif (bagian saklar yang dapat
bergerak tidak mempunyai tegangan saat saklar dalam keadaan terbuka atau
tidak terhubung.
• Kedudukan kontak yang satu dengan kontak lainnya harus seragam untuk
posisi on maupun posisi off.
Pemasangan Fitting Lampu Bagian tengah terhubung ke phasa positif yang berasal dari saklar. 
Bagian pinggir (yang terdapat ulirnya) terhubung ke kawat/phasa negative/netral/nol.
 
Instalasi Genset
Banyak hal yang harus diperhatikan dalam instalasi genset harus mengacu
pada beberapa standar instalasi penting diantaranya adalah :
1. Instalasi panel (mengacu standarisasi instalasi listrik)
2. Instalasi sound system (mengacu standarisasi instalasi kedap suara)
3. Instalasi sistem instalasi plumb (mengacu standarisasi plumbing)
4. Building system (mengacu standarisasi building)
Tetapi secara makro dapat dipertimbangkan dapat dilihat sesuai dengan
kondisi lapangan yang ada, misalnya
1. Ruangan harus kedap suara, Agar tidak mengganggu masyarakat sekitar
2. Saluran buang untuk asap tidak mengarah ke jalan atau rumah penduduk
3. Genset harus lebih tinggi dari tanah sekitar
4. Dibuat saluran air khusus didalam ruang genset
5. Pemisahan kabel PLN dan kabel ke Beban
6. Pengaturan akan sirkulasi angin untuk ruangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar